Indikator Aki Menyala, Inilah Penyebab dan Solusi Mengatasi

Posted on

Indikator aki menyala? Alangkah baiknya jangan panik dan tetap tenang. Ketika indikator menyala, bisa jadi ada masalah pada sistem kelistrikan kendaraan, salah satunya mobil.

Kondisi ini tidak baik jika diabaikan, karena bisa jadi penyebab mobil sulit dihidupkan, bahkan mogok saat dikendarai. Tak heran jika akhir-akhir ini banyak kasus kecelakaan yang disebabkan oleh pengabaian perawatan kendaraan secara menyeluruh.

Indikator Aki Menyala,
istock.com

Penyebab Indikator Aki Menyala

Jika mencari tahu mengenai bagaimana cara atasi lampu indikator mobil menyala, sebaiknya pahami apa penyebab indikator aki menyala. Apabila diabaikan secara berlebihan, dapat menyebabkan aki cepat habis, performa mesin melemah, sampai insiden mobil mogok di tengah jalan. Untuk pencegahannya, pengguna perlu mengetahui apa penyebab permasalahan. Lantas apa sajakah itu? Mari simak penjelasan berikut.

1. Aki Lemah (Soak)

Aki soak menjadi masalah paling umum. Seiring berjalanya waktu, daya simpan menurun dimakan usia atau penggunaan tidak optimal. Jika kondisi sudah melemah, otomatis mobil sulit dinyalakan, kelistrikan terganggu, sampai indikator aki menyala.

2. Alternator Rusak

Alternator berperan mengisi daya aki ketika mesin menyala. Jika komponen mengalami kerusakan (tidak bekerja secara tepat), akan menyebabkan lampu indikator aki mobil terus menyala.

Biasanya tanda lain menyertai masalah ini, yaitu lampu redup dan sistem audio tidak berfungsi baik. Jika sudah terjadi, maka lakukan pemeriksaan ke bengkel untuk memastikan apakah alternator masih bekerja secara normal atau terjadi kerusakan.

3. Kabel Kelistrikan Longgar

Kelistrikan mobil terdiri berbagai kabel penghubung aki ke komponen lain. Jika terdeteksi kabel longgar, putus, atau korosi, otomatis aliran listrik tidak berjalan optimal, sehingga mengakibatkan lampu indikator pada aki menyala.

4. Regulator Tegangan Rusak

Regulator tegangan pada mobil berperan menjaga kestabilan arus kelistrikan dari alternator ke aki. Jika mengalami kerusakan, otomatis aki mengalami pengisian berlebihan (overcharging), bisa juga kurang daya (undercharging), umumnya kondisi ini mempengaruhi performa.

5. Fuse (Sekring) Bermasalah

Sekring berperan sebagai alat pelindung sistem kelistrikan pada kendaraan dari arus pendek. Jika pengisian data terputus, otomatis mobil mengalami gangguan. Hal ini mengakibatkan alternator ke aki terganggu, yang kemudian menyebabkan indikator aki menyala terus menerus. Umumnya fuso putus disebabkan korsleting atau beban daya berlebih.

6. Kerusakan ECU (Engine Control Unit)

Engine Control Unit yang dikenal dengan otak sistem kendaraan modern dalam mengatur sistem pengisian daya. Ketika ECU mengalami gangguan (error), maka data yang dibaca sistem pengisian tidak akurat, kemudian memicu lampu indikator aki memberi peringatan dengan menyala, padahal kondisi aki atau alternator dalam kondisi baik.

Solusi Mengatasi

Umumnya setiap masalah pasti memiliki solusi jalan keluarnya. Sama halnya penyebab indikator aki menyala. Untuk itu, mari sama-sama simak penjelasan berikut.

  • Lakukan Pemeriksaan Kondisi Aki

Pastikan terminal aku tidak kendor atau berkarat, hal ini disebabkan oleh koneksi yang tak stabil, Gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan pada aki. Jika terdeteksi dibawah 12 volt saat mesin dalam keadaan mati dan 13,5 volt pada saat mesin menyala, merupakan tanda jika aku mulai melemah.

  • Periksa Alternator

Ketika alternator bermasalah, otomatis aki tidak terisi. Untuk pemeriksaan, nyalakan mesin dan lihat apakah indikator tetap menyala atau malah redup ketika gas diinjak. Jika masih tetap menyala, tandanya tidak beroperasi secara baik. Segera bawa ke bengkel untuk diganti dengan alternator  baru.

Sebagai informasi tambahkan, melansir dari channel YouTube Taufik Fajar Irawan, jangan pernah membongkar bagian alternator jika hanya untuk coba-coba. Pemeriksaan lebih baik dilakukan dengan membawa langsung ke bengkel langganan untuk melepasnya supaya tahu apakah terjadi masalah kecil atau perlu menggantinya dengan alternator baru. Kemudian, meski nampak sepele, ternyata jika diabaikan terlalu lama akan berimbas ke performa mobil.

  • Periksa Tegangan Regulator

Berguna mengatur arus listrik dari alternator ke aki. Jika rusak, otomatis aki mengalami pengisian daya berlebih atau malah kurang. Jika sudah terjadi seperti ini, harap periksakan ke ahlinya agar segera diganti dengan yang baru.

  • Kurangi Beban Kelistrikan

Terkadang banyak pengemudi maupun penumpang hobi menambahkan perangkat tambahan, seperti lampu LED berdaya tinggi, sistem audio besar, dan aksesoris lain khususnya pada sistem kelistrikan. Penggunaan perangkat berlebih bisa mengakibatan aki terbebani yang kemudian berimbas ke indikator menyala sebagai peringatan.

  • Scan Diagnostik Menggunakan Alat Khusus

Jika setelah melakukan pemeriksaan tidak ditemukan masalah pada aki, alternator, atau kabel, pemilik disarankan melakukan scan diagnostik menggunakan alat OBD (On-Board Diagnostics). OBD mampu membaca kode error yang muncul di sistem ECU serta membantu mengidentifikasi sumber masalah lebih akurat, khususnya berkaitan dengan sensor (kontrol elektronik lain).

Aki Kering vs Aki Hybrid, Mana yang Lebih Unggul

Meski sama-sama dipakai pada kendaraan, kedua jenis aki ini memiliki beberapa perbandingan. Aki kering memiliki performa stabil untuk digunakan sehari-hari. Sedangkan aki hybrid memiliki performa jauh lebih handal terhadap suhu tinggi yang cocok digunakan pada kendaraan yang memerlukan daya listrik tinggi.

Sedangkan dari segi perawatan, aki kering tidak perlu mengisi ulang cairan elektrolit terlalu sering. Namun untuk aki hybrid wajib menambahkan air aki meski tak sesering seperti aki basah. Meskipun memerlukan effort lebih dalam segi perawatan, nyatanya aki hybrid jauh lebih berperforma dibanding aki kering.

Sebagai pemilik mobil, sudah tahu apa penyebab serta solusi mengatasi indikator aki menyala. Jangan lupa servis kendaraan secara berkala untuk menjaga kondisi selalu dalam keadaan optimal./ sofia