Aki Stop and Go untuk Mobil dan Perawatan Rutinnya

Posted on

Fitur Idling Stop Engine (ISS) sudah banyak digunakan di mobil modern. Sistem ini membuat mesin mati otomatis ketika kendaraan berhenti sebentar, misalnya saat menunggu lampu merah, sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat. Fitur ini memakai aki stop and go karena daya tahan lebih kuat.

aki stop and go
pinterest.com

Apa Itu Aki Stop and Go dan Cara Kerjanya?

Aki stop and go merupakan baterai khusus yang mendukung fitur Idling Stop Engine pada mobil modern. Baterai mobil biasa hanya bekerja saat menyalakan mesin di awal perjalanan.

Aki stop and go bekerja lebih berat karena menghadapi proses mati dan hidup berulang dalam satu perjalanan. Saat mesin berhenti otomatis, aki ini menyuplai daya untuk AC, audio, lampu, dan fitur lain.

Aki tersebut juga menyimpan tenaga yang cukup agar mesin bisa menyala kembali dengan cepat saat pedal gas diinjak. Beban kerja yang besar membuat aki stop and go menjadi kebutuhan penting bagi mobil dengan fitur Idling Stop Engine.

Perbandingan Jenis Aki Stop and Go

Aki stop and go memiliki dua jenis utama. Setiap tipe menawarkan fungsi berbeda sesuai kebutuhan kendaraan.

Aki Enhanced Flooded Battery (EFB) adalah pengembangan dari aki basah standar. Produk ini menawarkan ketahanan lebih baik untuk sistem Idling Stop Engine yang sederhana. Siklus hidup aki EFB biasanya dua kali lebih panjang dibandingkan aki konvensional.

Sementara itu, aki Absorbent Glass Mat (AGM) memakai mat glass untuk menahan cairan elektrolit agar tetap stabil. Teknologi ini membuat aki lebih aman, kuat menghadapi getaran, dan memiliki proses pengisian yang efisien.

Aki AGM cocok untuk mobil dengan fitur Idling Stop Engine yang lebih rumit, termasuk sistem pengereman regeneratif. Usia pakainya bisa tiga kali lebih lama dibanding aki biasa.

Keunggulan Menggunakan Aki Stop & Go yang Tepat

Aki ini menawarkan ketahanan tinggi untuk fitur start-stop yang terjadi berkali-kali dalam perjalanan. Tipe AGM memberi suplai listrik stabil untuk lampu, audio, dan fitur penting lainnya.

Aki tersebut membantu penghematan bahan bakar karena efisiensi pengisian dayanya cukup baik. Materialnya juga tahan terhadap getaran serta suhu ekstrem yang sering muncul pada mobil masa kini.

Panduan Perawatan Rutin

Mobil yang jarang dikendarai dapat membuat aki kehilangan dayanya. Menyalakan mesin selama beberapa menit setiap minggu membantu menjaga kondisi pengisian. Terminal aki yang berkerak dapat menghambat aliran listrik. Pembersihan rutin membuat suplai daya tetap lancar.

Alternator yang sehat sangat penting karena komponen ini mengisi daya aki saat mesin hidup. Perangkat seperti AC, audio, dan lampu utama, sebaiknya dinonaktifkan sebelum mesin dimatikan agar beban aki tetap ringan.

Pemeriksaan voltan membantu mendeteksi masalah sejak awal. Usia aki umumnya dua sampai tiga tahun sehingga pemeriksaan lebih intens diperlukan saat mendekati masa tersebut.

Coding Aki Setelah Diganti

Berdasarkan pengalaman @DokterOtomotif yang dibagikan di YouTube channel-nya, jika mengganti aki stop & go, fitur Idling Stop Engine mungkin tidak akan bekerja. Karena aki baru harus melalui proses coding agar sensor baterainya terbaca dengan benar. Untungnya, coding dapat dilakukan sendiri. Mulai dengan memasang perangkat scan, memastikan mobil dalam posisi off, lalu menunggu sekitar 30 detik sebelum menyalakan kendaraan dan membiarkannya berada di posisi ACC on selama 15 detik tanpa muncul eror. Setelah itu, cek apakah ada kode masalah di sistem, dan ketika tidak ada DTC yang tersisa, maka codingnya berhasil. Untuk memastikan semuanya stabil, kemudikan mobil sejauh kurang lebih 30 km, hingga fitur Idling Stop Engine kembali berfungsi dengan normal. 

Jika sudah memahami pentingnya aki stop and go dan melakukan perawatan yang benar, fitur Idling Stop Engine bisa dipastikan akan bekerja optimal. Selain itu, dapat membantu menghemat pengeluaran bahan bakar dalam jangka panjang. /Fitri