Aki Lithium-Ion Mobil, Pahami Cara Kerja dan Tips Perawatannya

Posted on

Perkembangan teknologi otomotif terus mengalami kemajuan pesat. Termasuk dalam hal komponen vital kendaraan seperti aki (baterai). Ada banyak jenis aki yang tersedia di pasaran saat ini. Salah satu varian populer yaitu aki lithium-ion mobil.

Aki Lithium-Ion Mobil
Tokopedia

Mengenal Apa Itu Aki Lithium-Ion Mobil

Aki lithium-ion (Li-ion) adalah jenis baterai yang menggunakan senyawa lithium sebagai material utama. Khususnya dalam proses penyimpanan maupun pelepasan energi listrik.

Berbeda dengan aki konvensional yang menggunakan asam timbal (lead-acid), tipe lithium-ion lebih ringan dan efisien. Bahkan seringkali memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi.

Teknologi ini sebelumnya populer di perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan kamera digital. Namun seiring dengan perkembangan otomotif, lithium-ion mulai banyak produsen gunakan pada kendaraan modern.

Sementara itu, baterai kendaraan varian baru tersebut bekerja dengan baik berkat teknologi khusus. Berikut teknologi di balik aki lithium-ion.

  • Anoda (kutub negatif) yang umumnya terbuat dari grafit.
  • Katoda (kutub positif) biasanya berasal dari senyawa lithium. Seperti lithium cobalt oxide (LiCoO₂), lithium iron phosphate (LiFePO₄), atau lithium manganese oxide (LiMn₂O₄).
  • Elektrolit berupa cairan atau gel yang memungkinkan perpindahan ion lithium antara anoda dan katoda.
  • Separator sebagai pemisah anoda dan katoda agar tidak terjadi hubungan arus pendek.

Cara Kerja Aki Lithium-Ion pada Kendaraan

Teknologi lithium-ion bekerja berdasarkan prinsip perpindahan ion lithium dari anoda ke katoda saat baterai digunakan, dan sebaliknya saat pengisian daya. Prosesnya berlangsung tanpa reaksi kimia yang merusak struktur internal baterai. Sehingga masa pakainya jauh lebih lama.

Berdasarkan review di YouTube Rustanto Autoinfo, proses kerja bermula ketika mobil menyala. Aki lithium-ion akan melepaskan energi listrik dengan mengalirkan elektron dari anoda ke katoda melalui rangkaian luar. Sedangkan saat mobil diisi ulang, baik melalui regenerative braking (hybrid) atau pengisian eksternal (EV), ion lithium berpindah kembali ke anoda. Karena kemampuannya mengisi dan melepaskan daya dengan cepat dan efisien, aki ini sangat ideal untuk berbagai kebutuhan. Termasuk sistem start-stop, motor listrik, dan sistem kelistrikan canggih dalam mobil terkini.

Pengaplikasian Aki Lithium-Ion dalam Kendaraan

Aki jenis ini menjadi sorotan karena penggunaannya dalam kendaraan listrik, hybrid, hingga mobil-mobil premium. Khususnya yang mengandalkan efisiensi sekaligus kinerja tinggi. Beberapa contohnya meliputi:

  • Tesla Model 3, Model Y, Model S
  • Toyota Prius
  • Honda Insight
  • Hyundai Ioniq
  • Kia EV6
  • Nissan Leaf

Perbandingan dengan Aki Kering dan Jenis Lain

Dibandingkan dengan aki kering mobil, lithium-ion memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya dari segi berat. Tipe lithium-ion 60% lebih ringan, sehingga membantu mengurangi bobot total kendaraan dan berdampak langsung pada efisiensi bahan bakar atau jarak tempuh.

Selain itu, masa pakainya jauh lebih panjang, yakni bisa mencapai 5 hingga 10 tahun. Sementara aki kering umumnya hanya bertahan antara 2 hingga 4 tahun.

Dari sisi daya simpan, aki lithium-ion mobil juga unggul karena memiliki kepadatan energi tinggi. Artinya, baterai bisa menyimpan lebih banyak listrik dalam ukuran fisik yang relatif kecil. Proses pengisian dayanya pun cepat dibandingkan aki kering untuk mencapai kapasitas penuh.

Namun, keunggulan tersebut datang dengan harga yang lebih tinggi. Aki lithium-ion masih tergolong mahal daripada aki kering maupun aki basah. Selain itu, aki ini juga memiliki karakteristik sensitif terhadap suhu ekstrem. 

Akibatnya membutuhkan sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) canggih guna menjaga performa dan keamanannya.

Perawatan Aki Lithium

Dari segi perawatan, aki lithium kendaraan jelas lebih unggul. Ia nyaris tidak memerlukan perawatan rutin seperti halnya tipe basah yang harus dicek air akinya secara berkala. Aki lithium-ion dirancang untuk “plug and play“, sangat cocok untuk mobil modern yang menuntut efisiensi sekaligus kepraktisan.

Namun, meskipun minim perawatan, ada beberapa hal penting yang tetap perlu diperhatikan agar umur aki panjang. Hindari mengekspos pada suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun dingin. Ini karena suhu ekstrem dapat menurunkan performa sekaligus mempercepat degradasi sel baterai.

Selain itu, pastikan sistem kelistrikan mobil, termasuk alternator dan sistem pengisian berfungsi optimal. Mengingat overcharging atau undercharging bisa merusak aki lithium-ion.

Terakhir, jika mobil jarang digunakan, sebaiknya tetap nyalakan atau isi ulang secara berkala untuk menjaga kestabilan tegangan. Meskipun daya simpannya cukup lama, membiarkan aki dalam kondisi kosong terlalu lama dapat memperpendek umur pakai.

Secara keseluruhan, aki lithium merupakan opsi menarik. Dengan kemampuan menyimpan energi lebih besar, bobot ringan, dan masa pakai panjang, tipe ini bisa diandalkan. Meskipun harganya masih relatif mahal, keunggulan jangka panjang membuatnya menjadi investasi yang layak. Terutama dalam era peralihan menuju kendaraan listrik dan rendah emisi. Jika berencana untuk membeli kendaraan baru atau mengganti aki lama, memahami aki lithium-ion mobil bisa membantu membuat keputusan lebih cerdas.