Aki mobil bau menyengat menandakan adanya kendala serius pada kendaraan. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti overcharging, kebocoran elektrolit, dan kerusakan internal pada aki. Masalah ini jika dibiarkan terus-menerus akan berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan parah. Bahkan, kondisi ini bisa berdampak pada aki yang meledak jika tidak segera ditangani.

Penyebab Aki Mobil Bau Menyengat
Aki mobil yakni salah satu komponen yang penting untuk kendaraan. Komponen ini berguna menyimpan energi listrik dan menyuplai listrik ke berbagai sistem mobil. Aki mobil berkualitas dan terawat dengan baik akan meningkatkan performa mobil dan mencegah terjadinya kerusakan. Akan tetapi, masih banyak pengendara yang kurang memahami tentang aki mobil dan cara merawatnya dengan benar sehingga memunculkan masalah seperti aki berbau menyengat.
Aki mobil yang berbau ini biasanya terjadi karena beberapa sebab. Sebagai pemilik mobil tentu wajib mengetahuinya. Tujuannya supaya mampu mencegah terjadinya bahaya yang ditimbulkan oleh kendala tersebut. Berikut beberapa penyebab aki berbau sangat menyengat pada mobil, antara lain:
Aki Mobil Mengalami Korsleting
Penyebab pertama aki mobil bau menyengat adalah terjadi korsleting listrik. Ini lazim dialami pada aki mobil yang hampir rusak. Penyebab ini juga terjadi bila aki mobil sudah mendekati batas pemakaiannya.
Adanya Overcharged
Faktor penyebab lain dari aki mobil bau menyengat adalah overcharged yang terjadi pada aki mobil. Bagi yang belum memahami, overcharged adalah kondisi di mana sistem pengisian listrik pada aki mobil mengalami tekanan listrik terlalu tinggi. Jika dibiarkan, aki mobil tidak hanya bau. Bahkan juga bisa menimbulkan ledakan.
Cara Mengatasi Aki Mobil Berbau Menyengat
Cara mengatasi aki mobil berbau menyengat ada tiga cara. Adapun ketiganya antara lain:
1. Lakukan Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Pengisian Listrik
Apabila aki mobil bau menyengat, maka segeralah lakukan pemeriksaan pada sistem pengisian listrik. Biasanya, aki mobil bau memiliki sistem pengisian listrik dengan tegangan terlalu tinggi. Khususnya, di bagian alternator. Normalnya, sistem pengisian listrik bertegangan sekitar 12, 7 volt hingga 14 volt. Jika lebih dari itu, sistem pengisian listrik akan panas, serta menimbulkan bau menyengat.
Jika itu terjadi, maka segera lakukan perbaikan pada sistem pengisian listriknya. Lalu, perbaikilah sampai sistem tersebut kembali normal seperti semula.
2. Kuras Air Aki yang Lama dan Ganti dengan Air Aki Baru
Cara selanjutnya adalah menguras semua air aki yang ada di dalamnya. Setelah itu, bersihkan semua elemen aki tersebut. Jika sudah, pengguna bisa langsung masukan air aki yang baru ke dalamnya. Sebaiknya, gunakan air aki zuur sebagai sebagai penggantinya. Air aki zuur sendiri memiliki ciri khas berupa kemasan botol berwarna merah.
JIka sudah terisi penuh, maka bisa melakukan cas ulang pada aki mobil tersebut. Hal itu dilakukan supaya aki bisa kembali berfungsi seperti biasa.
3. Gantilah Aki yang Bermasalah dengan Baru
Apabila dua cara diatas tidak kunjung berhasil, maka hal itu menandakan aki sudah dalam keadaan rusak. Untuk itu, jangan ragu untuk menggantinya dengan aki yang baru.
Menyoroti pengalaman pengguna di kanal YouTube Dewantara ACCU, tampak aki mobil Nissan Datsun mengalami bau yang cukup menyengat. Saat dibuka, ternyata aki tersebut mendidih dan menimbulkan bau busuk. Kemudian si pemilik mobil bertanya terkait solusi terbaik mengatasi hal tersebut, dan sang kreator video memberikan solusi untuk menggantinya. Hal ini karena dampaknya sangat berbahaya jika dibiarkan terus menerus. Pasalnya, jika aki yang menerima listrik dari alternator dan keluar bau menyengat, maka bisa menyebabkan aki meledak dan pecah.
Perbedaan Penyebab Aki Mobil Berbau dan Berjamur
Aki mobil yang berbau dan berjamur memiliki perbedaan penyebab dan tingkat bahaya yang signifikan. Aki berbau umumnya disebabkan oleh overcharging yang membuat cairan elektrolit mendidih dan menguap. Kemudian melepaskan gas berbahaya. Hal ini juga bisa menandakan kerusakan internal pada sel-sel aki.
Adapun untuk tingkat bahayanya bau gas hidrogen sangat mudah terbakar dan paparan jangka panjang bisa mengganggu kesehatan pernapasan. Jika ini terjadi, maka mobil harus segera dibawa ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan, aki bisa meledak jika terus-terusan dibiarkan.
Di sisi lain, aki berjamur, terjadi akibat proses alami penguapan cairan elektrolit yang bereaksi dengan kelembaban atmosfer dan timbal, sehingga membentuk kristal. Hal ini juga disebabkan oleh klem terminal yang longgar, volume air aki berlebih, dan panas berlebih pada kutub positif. Kondisi ini memang tidak terlalu berbahaya seperti aki yang berbau, tetapi jika dibiarkan dapat mengganggu aliran listrik.
Demikian ulasan seputar penyebab aki mobil bau menyengat dan cara mengatasinya. Selain dua penyebab di atas, ada beberapa hal lainnya yang membuat aki mobil berbau. Mulai dari aki mobil terlalu kotor atau terdapat beberapa bagian aki yang sudah rusak total. Untuk itu, rutinlah melakukan pengecekan ke bengkel resmi, agar kendala tersebut tidak muncul di kemudian hari. /Estri



